Saturday, October 15, 2016

Post Pertama di Negeri Tirai Bambu

Saya berada di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, Republik Tiongkok. 

Telah sekitar sebulan saya menetap di kota ini, akhirnya berhasil menulis kembali di blog ini. Banyak hal yang ingin saya ceritakan pada kawan semua. Namun tampaknya kawan-kawan harus sedikit bersabar, saya akan menuliskannya satu persatu.

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, bahwa saya akhirnya memilih datang ke negeri ini untuk melanjutkan study saya ke jenjang yang lebih tinggi. Umur saya tak lagi muda, 25 tahun, dan saya memutuskan bahwa jalan ini adalah jalan awal saya untuk mandiri dan bertanggung jawab pada diri saya sendiri, terutama masa depan saya. 

Saya terbang ke negeri ini tanggal 13 September 2016, tiba di Shanghai tengah malam dan sampai ke kota ini satu hari setelah tanggal keberangkatan saya. 

Wuhu. Kota yang menurut saya sangatlah tenang, dibandingkan dua kota yang saya huni sebelumnya (Haikou dan Fuzhou). Untuk saya yang suka dengan mall, mall di kota ini terhitung banyak. Sayangnya brand-brand ternama seperti Zara, H&M, dan SEPHORA hanya memiliki satu toko cabang di kota ini. Brand lainnya merupakan brand lokal. Saya akan coba review di post-post saya berikutnya. 

Kampus saya bernama 安徽师范大学 (Anhui Shifan Daxue, Anhui Normal University). Seperti pada umumnya kampus di China, kampus kami juga dibagi dua, 老校区 (Lao xiao qu, kawasan sekolah lama) dan 新校区 (Xin xiao qu, kawasan sekolah baru). Semua pelajar asing tinggal di foreigner student's apartement, yang terletak di  kawasan sekolah lama. Namun karena tuntutan jurusan, tak sedikit saya harus pergi ke kawasan sekolah baru.

Inilah penjelasan singkat di post pertama saya di negeri tirai bambu, saya akan kembali sharing  dengan kawan-kawan semua di post berikutnya ;) Good night!

Tuesday, September 6, 2016

Perjalanan Dimulai

Ini bukan awal yang aku inginkan. Pergi ke negeri seberang dan menimba ilmu mengenai cara mendidik. Walaupun tak sepenuhnya mengesalkan, karena bagaimanapun aku ingin menjadi pengajar. Lebih tepatnya aku tak punya pilihan lain. Ini cara tercepat agar aku bisa mandiri, sudah terlalu lama aku berada di kenyamanan, hingga lupa rasanya berjuang. Ini saatnya aku kembali sendiri.

Aku harus kembali menata hidupku sendiri, tanpa campur tangan siapapun. My life is mine, I will decided every single thing that I have. I will get what I need, enough money for each month, with these I will learn to improve my self. Ya, aku mendapatkan apa yang aku butuhkan sekarang, dan perlahan kembali merencanakan hidup yang kuinginkan. Aku bisa.

Dengan ini aku berjanji pada diri sendiri, bahwa langkah baruku ini merupakan langkah menuju hidup mandiriku. Tanpa bertumpu pada orang tua ku. Ini akan jadi awal aku mandiri, setelah saat ini tak akan kugantungkan hidupku lagi pada mereka, akan kubuat mereka bahagia.

Saturday, August 20, 2016

Hello Dream!

Good day, people!

Aku menemukan mimpiku! Setelah berbincang dengan pemikiran ke pemikiran, membaca kisah tokoh per tokoh, menatap diri di cermin-cermin yang berbeda, akhirnya aku menemukan mimpiku, tau kemana pastinya langkah ini tertuju, tau apa yang ingin kubangun.

Belum tahu pasti bagaimana aku mencapainya, tiba di tujuan itu. Namun, aku pasti akan ke sana. Saatnya memikirkan setiap langkah yang kutempuh. Terima kasih, Tuhan.

Monday, July 11, 2016

MENCARI (MIMPI) AKU

Saat ini, aku masih tidak tau kemana aku harus melangkah. Berulang kali mata ini mencari panutan, pikiran ini mencari jawaban dan hati ini menggali keinginan, namun masih tak ada jawaban. 

Aku pernah bermimpi. Saat itu aku di bangku sekolah menengah atas, aku bermimpi tanpa batas, tak peduli bagaimana pemikiran orang lain, melakukan apa yang aku ingin lakukan. Begitu mudah, begitu bebas. Masing-masing menjadi nyata, perlahan mimpi itu bukan lagi mimpi. Dan saat semua mimpi hampir berakhir, kenyataan menghampiri. Mau jadi apa aku?

Pertanyaan ini begitu menyiksaku, mau jadi apa aku? Berulang kali aku mencoba mengingat, tak adakah mimpi yang tersisa dari hari-hari sekolahku? Mengapa aku begitu kehilangan arah? Sungguh, saat ini aku tak tau kemana harus melangkah. Mencoba berfikir banyak, namun tetap tak ada jawaban. 

Banyak hal ku lakukan, mencoba kembali bermimpi misalnya. Kembali berupaya menciptakan apa yang ku inginkan, namun hal ini begitu sulit, seolah aku tak dapat melupakan masa laluku, aku berupaya menimbang latar belakangku dan menenunnya dengan masa depan yang baru, sehingga tak ada kebebasan yang benar-benar bebas dari mimpiku. Aku terikat masa lalu, pendidikan terakhir ku, label sarjana sastra ku.

Berfikir dan mencari. Mau jadi apa aku? Belum ada jawaban pasti, namun akan terus kucari.