Monday, July 11, 2016

MENCARI (MIMPI) AKU

Saat ini, aku masih tidak tau kemana aku harus melangkah. Berulang kali mata ini mencari panutan, pikiran ini mencari jawaban dan hati ini menggali keinginan, namun masih tak ada jawaban. 

Aku pernah bermimpi. Saat itu aku di bangku sekolah menengah atas, aku bermimpi tanpa batas, tak peduli bagaimana pemikiran orang lain, melakukan apa yang aku ingin lakukan. Begitu mudah, begitu bebas. Masing-masing menjadi nyata, perlahan mimpi itu bukan lagi mimpi. Dan saat semua mimpi hampir berakhir, kenyataan menghampiri. Mau jadi apa aku?

Pertanyaan ini begitu menyiksaku, mau jadi apa aku? Berulang kali aku mencoba mengingat, tak adakah mimpi yang tersisa dari hari-hari sekolahku? Mengapa aku begitu kehilangan arah? Sungguh, saat ini aku tak tau kemana harus melangkah. Mencoba berfikir banyak, namun tetap tak ada jawaban. 

Banyak hal ku lakukan, mencoba kembali bermimpi misalnya. Kembali berupaya menciptakan apa yang ku inginkan, namun hal ini begitu sulit, seolah aku tak dapat melupakan masa laluku, aku berupaya menimbang latar belakangku dan menenunnya dengan masa depan yang baru, sehingga tak ada kebebasan yang benar-benar bebas dari mimpiku. Aku terikat masa lalu, pendidikan terakhir ku, label sarjana sastra ku.

Berfikir dan mencari. Mau jadi apa aku? Belum ada jawaban pasti, namun akan terus kucari.